TAHU DIRILAH…

Seringkali diri bertanya, kenapa hidup demikian sulit? Kenapa ujian tidak berhenti? Kenapa ini menimpaku? Lantas bertanya, apa salah diri wahai Rabb? Dengan nada memelas tak percaya dengan apa yang terjadi.

Sungguh banyak diri yang seperti itu, tak menyadari ba23825887_273694883156087_8012164515354942142_ohwa, diri telah banyak melakukan kesalahan.

Seharunya diri sadar, bahwa diri mengulur waktu shalat, bahkan sama sekali tidak shalat.

Seharusnya diri sadar, bahwa telah lama diri tak berbagi kasih sayang dengan fakir miskin, anak yatim piatu. Menjadi orang yang kikir.

Seharusnya diri sadar, bahwa diri baru saja menipu.

Seharusnya diri sadar, berapa banyak kewajiban yang terlupakan, berpuasa dan zakat.

Mungkin diri telah menyekutukan Allah, dengan barang berharga, atau menjadikan uang sebagai pusat perhatian. Melebihi cinta kasih kepada Allah Robb semesta alam.

Mungkin diri telah berbuat aniaya terhadap diri sendiri, melakukan judi, meneguk khamar dan berzina.

Diri lupa, bahwa tadi baru saja menggunjing aib-aib tetangga, berdusta, bersumpah palsu.

Diri lupa bahwa selama ini, terlalu lama makan uang hasil riba, harta haram. Makan yang bukan haknya.

Mungkin diri lupa, bahwa diri baru saja habis merampok, membunuh orang juga merusak alam.

Sadarilah, tak ada dosa kecil yang dilakukan terus menerus.

Sadarilah, tak ada dosa besar jika segera dilakukan pertaubatan.

Sadarilah dosa adalah dosa, kecil ataupun besar bukan ranah diri untuk mengakumulasinya, semua membawa kehancuran pada diri .

Sadarilah, lebih baik tidak atas prasangka keduanya, terbebas dari anggapan keduanya.

Sadarilah, semua itu. Segeralah bertaubat pada Allah untuk langkah pertamamu sambil bersimpuh malu di hadapan Robbmu.

 

Untuk  pelatihan, private, pengobatan, kajian, pengobatan dan terapi medis dan non medis, harap membuat janji terlebih dahulu.

No Hp : +6281225857777

IG : BuyaSubakirAlBantani

FB : Buya Subakir Al Bantani

BelajarRuqyah Bersanad

 

Kembali Pada Allah

buyaSaudaraku…

Dunia terus bergerak, kemewahan selalu mengintai, jangan engkau terlena.

Karena waktu tak pernah mau tahu.

Ketika batas itu hadir… hanya sesal yang kan menemani.

Saudaraku…

Permasalahan akan selalu hadir silih berganti, jangan engkau bersedih. Karena Allah selalu ada untukmu.

Tersenyumlah… Dia Allah yang selalu engkau sebut, akan merahmatimu, menerimamu, meski lumpur telah hitam mendekapmu.

Tenanglah… Saudaraku.

Kita semua pernah punya masa kelam, masa yang penuh kesilapan. Namun, hanya Allah sebaik baik penerima kembali segala macam bentuk rupa hambaNya.

Kembalilah saudaraku… Kepada Rabbmu.

By Al Faqir Buya Subakir Al Bantani